Posted on Leave a comment

PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA Gebyar BANTEN JOBFAIR 2017 VIA JOBSTREET

PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA Gebyar BANTEN JOBFAIR 2017 VIA JOBSTREET

Garuda Maintenance Facility (GMF), merupakan salah satu program pemerintah pada tahun 1980. Wiweko sebagai direktur Utama Garuda Indonesia pada masa itu mengajukan kepada pemerintah Indonesia, bahwa Garuda Indonesia akan pindah dengan konsekuensi diberikan pendukung penerbangan, yakni berupa hangar pesawat.

Baca Juga

Garuda Indonesia mengajak konsultan asing, kontrak pendanaan antara pemerintah Indonesia dengan AMRO Bank (sebagai penyandang dana), dimana proyek ini mengeluarkan biaya sebesar 45 juta gulden atau sekitar 165 juta dollar AS.
Ketika proyek tersebut masih berjalan secara prematur, ternyata perekonomian di Indonesia tidak menggembirakan. Hal ini mengakibatkan pihak pemerintah Indonesia melakukan penjadwalan ulang atas semua proyek yang ingin dan sedang dilaksanakan berdasarkan intruksi presiden No. 13/1983 yang terjadi kemudian pada juni 1983 adalah, dibatalkannya kontak kerja antara pemerintah RI dengan AMRO Bank.
Secara yuridis memang kontrak tersebut belum seratus persen sah, mengingat klausal pemerintah Indonesia turut serta menyetujuinya, belum ditandatangani.
Dengan adanya kontrak diatas, Garuda Indonesia mendapat tugas BAM (Basic Aircraft Maintenance) yaitu untuk mencari cara lain guna membangun fasilitas perawatan dan perbengkelan pesawatnya. Maka pada tanggal 27 Juni 1983, Garuda Indonesia saat itu juga dikeluarkan instruksi dari pemerintah yang menyarankan agar semaksimal mungkin menggunakan produksi dalam negeri.
Pihak Garuda Indonesia tampaknya tidak mempunyai banyak waktu lagi untuk mempertimbangkan pilihannya kecuali menerima tawaran dari pemerintah. Akhirnya diputuskan sejak 1984 sebuah konsuftan dari dalam negeri, PT. Encona bertanggung jawab untuk meneruskan proyek pembangunan fasilitas perawatan dan bengkel pesawat milik Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia memahami bahwa bekeradaan fasilitas tersebut sangat penting. Oleh karena itu Garuda Indonesia juga harus menyesuaikan dengan program ke depan, dimana keberadaan seluruh pesawat membutuhkan perhatian yang sangat besar dan perawatan yang serius. Semakin bertambah pesawat semakin banyak investasi yang ditanamkan untuk merawat asset tersebut.

Baca Juga

Dengan disediakannya tanah seluas 115 hektar oleh pemerintah, melalui otoritas Angkasa Pura II, maka pihak Garuda Indonesia merencanakan pembangunan sebuah pusat perawatan atau bengkel pesawat yang lengkap. Hal ini sangat perlu guna menunjang operasional seluruh pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta.
Pusat perawatan atau bengkel Garuda Indonesia kemudian dikenal dengan nama Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, selesai dibangun secara bertahap.
Sejak 1986 hingga 1991, proses pembangunan meliputi urutan sebagai berikut tepat parkir pesawat selesai pada 1986, hangar II 1987, hangar HI 1988 dan hangar 1991. Pembangunan terakhir adalah gedung Serbaguna dan Manajemen 1983.
Dalam rentang waktu pembangunan 1986-1991, juga dibangun sejumlah fasilkas pendukung, seperti Workshop dan II, General store, komplek Ground Support Equipment (GSE) tempat pengolah limbah, Engine Shop, engine test call dan sebagainya.
Semua usaha keras dalam rangka mempersiapkan kebutuhan GMF Aero Asia ternyata telah memperlihatkan hasil yang cukup memadai.
Sebagaimana dasar konsep yang harus dimiliki oleh semua perusahaan perawatan dan perbaikan pesawat terbang komersial, GMF Aero Asia telah mencapai thik standar terpercaya, aman, terampil dan tepat waktu serta ekonomis dibandingkan dengan pesawat terbang diluar negeri (kompetitif).
GMF Aero Asia dapat meraih standar tersebut berkat dukungansumber daya manusia yang produktifj berdedikasi dan bertanggung jawabyang meliputi semua aspek pekerjaan. Disamping itu tentu saja didukungmanajemen yang setiap saat diuji kemantapannya guna mencapai efisiensi.
Dengan memanfaatkan langkah kerja yang mantap dan akurat, GMF AeroAsia bertanggung jawab atas perawatan demi keamanan dan kelayakanterbang mesin pesawat secara menyeluruh.
Sejalan itu juga GMF Aero Asia melaksanakan perawatankebersihan dan keindahan kabin pesawat, serta menyediakan pesawat agardapat melaksanakan jadwal terbang yang tepat waktu termasuk didalam kemampuan untuk menyediakan fasilitas pemeliharaan pesawat sipilkomersial bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, maka GMF Aero Asia secarakhusus melimpahkan perhatian yang serius pada sektor pengembangan sumber daya manusia yang akan menjadi pengendali keberhasilanpertumbuhan dimasa depan.
Pertumbuhan yang terencana dengan baikmerupakan dasar kegiatan GMF Aero Asia untuk mencapai sistem kualitas manajemen yang berintegrasi secara utuh. GMF Aero Asia telah memilikialat kelengkapan utama yang meliputi secara teknik, organisasi dan sumber daya.

Nama Perusahaan           : PT. Aerotrans Services Indonesia (Garuda Group)

Jumlah Lowongan           : 5 Lowongan

No Lowongan / Posisi Persyaratan
1 Procurement Officer ·         Pendidikan minimal s1 ekonomi / Teknik

·         Maksimal umur 28 tahun

·         Minimal pengalaman 1 tahun sebagai procurement officer

2 Project Officer ·         Pendidikan minimal D3/S1 jurusan Administrasi bisnin/manajemen/ komunikasi atau sejenisnya

·         Minimal pengalaman 1 tahun dalam bidang yang sama

·         Terbiasa menangani project-project

·         Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, analisa konseptual, presentasi, dan negosiasi

·         Mampu menggunakan Ms.Office

3 Project Support Officer ·         Pendidikan minimal S1 segala jurusan dan usia maksimal 30 tahun

·         Minimal pengalaman 1 tahun sebagai project support/Admin/Koordinator

·         Memiliki integritas dan kemampuan komunikasi yang baik

·         Mampu menggunakan Ms.Excell tingkat intermediate

4 Web Developer ·         Pendidikan minimal D3/D4/S1 jurusan teknik informatika, sistem informasi, teknik komputer, manajemen informatika dengan IPK minimal 3,0

·         Pengalaman minimal 1 tahun, lulusan baru dipersilahkan melamar

·         Mengerti konsep SDLC, OOP, MVC

·         Menguasai bahasa pemprograman utama Java dan framework spring, html, javascript, json, css

·         Memahami bahasa query database SQL, MySQL/PostgreSQL

5 Accounting Officer ·         Usia maksimal 28 tahun

·         Pendidikan minimal S1 jurusan ekonomi/akuntansi dengan IPK minimal 3

·         Miinimal pengalaman 1 tahun sebagai accounting/finance staff

·         Mengerti dan memahami treatment accounting

·         Memahami PSAK

Untuk pelamar/pencaker diwajibkan menyiapkan lamaran (CV) Berbentuk soft copy dengan format .pdf,WAJIB MEMPUNYAI AKUN JOBSTREET dan lamaran lansung dikirim secara online pada stand/boot Jobbstreet Indonesia.

UPDATE INFORMASI LOWONGAN KERJA Gebyar JOBFAIR terbesar di Banten Tahun 2017

KLIK LINK DIBAWAH INI

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.